Demi Beli Sepatu, Seorang Ibu Jual Bayi Seharga Rp57 Juta!

Seorang ibu muda bernama Luiza Gadzhieva mencoba menjual putrinya yang baru berusia satu minggu di pasar gelap Rusia.

Tindakan nekat tersebut ia lakukan dengan sengaja karena ingin membeli sepasang sepatu bot baru.

Perempuan berusia 25 tahun itu mengaku mencari orangtua angkat.


Sayangnya ia tertangkap dalam operasi setelah menerima 3.000 pounds atau setara Rp57,3 juta hasil penjualan anak itu.

Polisi dengan sengaja menyamar sebagai pembeli potensial untuk mengungkap niat jahat perempuan itu.

Perempuan itu ditahan di Moskow setelah dilaporkan menyerahkan bayinya di kedai kopi yang terletak di pusat kota.

Gadzhieva yang berasal dari wilayah Dagestan, berdiskusi dengan saudara perempuannya dan memilih sepasang sepatu baru untuk dibeli.

Hal tersebut ia lakukan setelah menjual bayinya.

Sebelum polisi turun tangan, kelompok anti-perbudakan Alternativa mencoba membujuk gadis berusia 25 tahun itu untuk tidak menjual gadis berusia satu minggu itu.

“Kami berusaha dengan segala cara untuk menjelaskan kepadanya bahwa kondisi buruk dan berbahaya menunggu anak itu. Puncak sinisme adalah pembicaraan dengan saudara perempuannya, yang tahu tentang segalanya. Mereka mendiskusikan sepatu bot apa yang akan dibeli dan menjual anak itu,” kata kelompok itu, melansir dari The Sun, Rabu (21/10/2020).

Ibu tiga anak ini kabarnya memberi tahu calon pembeli bahwa ingin menggunakan uang tunai itu untuk deposit di sebuah rumah.


Polisi mengatakan bahwa setelah menerima uang, perempuan berusia 25 tahun itu menyerahkan anak itu kepada pelanggan dan menulis tanda terima.

Rekaman polisi menunjukkan Gadzhieva menyembunyikan kepalanya karena malu ketika ditanyai oleh detektif. Dia dilaporkan mengatakan kepada pembeli.

“Jangan mengatakan ‘untuk menjual’, kedengarannya tidak sopan. Anda bisa menilai saya tapi saya tidak bisa mengatasinya.”

Menurut polisi setempat, Gadzhieva mengaku bersalah penuh selama interogasi dan didakwa.

Saat ini kondisi anak tersebut tidak dalam bahaya dan penyelidikan masih terus dilakukan.