Kecelakaan Maut Terjadi Di Siantar, 3 Bocah Ini Tewas Di Tempat Dengan Tubuh Hancur

Kamis pagi (19/11/2020) menyisakan duka lara bagi para keluarga korban tewas akibat kecelakaan maut di Jalan Asahan KM 4-5 (Jalan lintas Pematangsiantar-Perdagangan), Nagori (Desa) Dolok Merawan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun.

Ruliana br Gultom salah satu sosok yang sangat terpukul karena ia harus kehilangan semua anaknya yang masih kecil-kecil. Anak-anaknya tewas di tempat dengan kondisi yang mengenaskan yakni tubuh mereka hancur dan tercecer di jalan.


Anak Ruliana diketahui bernama Digibran Natanael Sidabutar (3 tahun), Fincent Rey Amsal Sidabutar (7 tahun), dan Love Viona Angely Sidabutar (6 tahun). Saat terlinsad truk fuso, ketiganya dibonceng oleh kakek mereka, Hotdiman Sidabutar (58 tahun). Sedangkan sang kakek, Hotdiman sendiri tewas dalam perawatan medis di RS Vita Insani Pematangsiantar. 


Saat di lokasi kejadian, Ruliana tak kuasa menahan tangisnya saat melihat kondisi anaknya. Orang-orang yang juga berada di lokasi kejadian tampak mencoba menenangkannya.

Menurut saksi mata, kecelakaan tersebut diakibatkan oleh truk Fuso dengan nomor plat BM 8238 ZU yang melaju dengan kencang dan ugal-ugalan dari arah Siantar menuju Perdagangan. Saat berada di lintasan jalan di depan Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri Simalungun, truk tersebut menghantam beberapa kendaan lain, antara lain mobil Fortuner hitam dengan nomor plat BK 434 WH, mobil Innova warna silver dengan nomor plat BK 1811 MS, angkot Sinar Beringin nomor plat BK 1353 TU, angkot Siantar Jaya nomor plat BK 1145 TU serta beberapa sepeda motor yang ada di depannya, diduga karena rem truk tersebut blong.


Sebelumnya truk tersebt sudah memberikan peringatan berupa klakson panjang, namun sayangnya karena jarak yang sudah terlalu dekat beberapa kendaraan yang tak sempat menghindar jadi korban.

“Tadi beberapa kendaraan sampai terseret beberapa meter,” ujar salah seorang saksi.

Kanit Laka Polres Simalungun, Ipda Ramadhan Siregar menyebutkan, ada 12 kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan beruntun itu.  Truk fuso menabrak enam mobil dan lima sepeda motor. Korban meninggal lima orang dan korban luka enam orang.  Selain tiga bocah dan kakek mereka tadi, satu lagi korban tewas adalah Carles Sianipar (45), warga Rambung Merah.