Ternyata Ada Jual Beli Obat Aborsi di Apotek di Kota Padang, Pelanggannya Sudah Banyak

Kepolisian Kota Padang, Sumatera Barat membongkar praktik penjualan obat aborsi yang diperjualbelikan di salah satu apotek. Dari hasil pengungkapan kasus itu, setidaknya enam orang tersangka diamankan pihak Polres Kota Padang.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Padang menyebutkan, keenam pelaku tersebut adalah IFM, 50 tahun, SWS, 50 tahun, AHS, 20 tahun, NFZ, 20 tahun, FLS, 20 tahun, dan ASS, 25 tahun.

Dari keenam orang tersebut, dua di antaranya adalah penjual obat aborsi yang diketahui merupakan pasangan suami istri



Sementara itu empat orang lainnya adalah pelaku aborsi yang membeli obat penggugur di salah satu tempat penjualan obat kawasan Tarandam tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus ini terungkap berawal dari laporan polisi nomor LP/84/A/II/2021/Reskrim Polresta Padang tanggal 11 Februari 2021 dengan pelapor berinisial FA.

Diketahui di apotek tersebut sering diperjualkan obat-obatan tipe G atau obat keras tanpa izin edar. Obat tersebut sengaja diperjualbelikan kepada wanita hamil yang ingin menggugurkan kandungannya tanpa ada resep dari dokter.

Berdasarkan pengakuan pelaku penjual obat berbahaya itu, mereka telah menjual obat tersebut sejak tahun 2018 dan hingga saat ini setidaknya ada 30 orang wanita hamil di luar nikah yang menjadi konsumenya.

Selanjutnya keenam pelaku kini telah ditahan oleh polisi. Masing-masing dari mereka yaitu IFM, NFZ dan ASS di Polresta Padang, sementara SWS, AHS, dan FLS dititipkan di sel tahanan khusus perempuan Polsek Padang Timur.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa  60 tablet Cytotec, 80 tablet Diazepam, 251 tablet Alprazolam, 440 tablet Amitriptyline, 70 strip Haloperidol, dan 288 tablet Trihexyphenidyl. Kemudian, 88 tablet Heymar, 100 butir Risperidone, 75 tablet Tramadol, 50 tablet Clobazam dan 100 miligram Hevbeser.